Politeknik Kesehatan Kota Denpasar: Komitmen Mutu, Profesionalisme, dan Daya Saing Lulusan

Memuat

Pendidikan

Pendidikan

Politeknik Kesehatan Kota Denpasar (Poltekkes Kemenkes Denpasar) menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi di bidang kesehatan untuk menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan siap bekerja. Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan sesuai ketentuan pendidikan tinggi, standar kompetensi tenaga kesehatan, serta kebijakan institusi, dengan penekanan pada pembelajaran praktik, pembentukan sikap profesional, dan penguatan etika layanan kesehatan.

1) Karakter Pendidikan Vokasi Kesehatan

Pendidikan di Poltekkes Kemenkes Denpasar berorientasi pada kompetensi. Proses pembelajaran dirancang untuk memastikan mahasiswa menguasai pengetahuan terapan, keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, serta sikap profesional yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan. Pembelajaran tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga kemampuan melakukan tindakan dan prosedur sesuai standar.

2) Jenjang dan Penyelenggaraan Program Studi

Pendidikan diselenggarakan melalui program studi yang ditetapkan oleh institusi sesuai kebutuhan tenaga kesehatan dan ketentuan peraturan yang berlaku. Program studi dikelola secara akademik melalui unit jurusan dan program studi, dengan penerapan kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan. Penyelenggaraan pendidikan mencakup perkuliahan, praktikum, pembelajaran laboratorium, pembelajaran lapangan, serta evaluasi akademik berkelanjutan.

3) Kurikulum dan Proses Pembelajaran

Kurikulum disusun untuk memastikan kesesuaian materi pembelajaran dengan standar kompetensi, perkembangan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan layanan kesehatan. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui perkuliahan, diskusi ilmiah, studi kasus, praktik keterampilan, serta pembelajaran berbasis pengalaman. Institusi juga melakukan pembaruan kurikulum secara berkala sebagai bagian dari peningkatan mutu.

4) Praktikum, Laboratorium, dan Praktik Lapangan

Sebagai pendidikan vokasi, pembelajaran praktikum menjadi komponen utama. Praktikum dilaksanakan di laboratorium dan sarana praktik institusi untuk melatih keterampilan dasar dan keterampilan lanjutan. Setelah itu, mahasiswa mengikuti praktik lapangan pada wahana praktik yang ditetapkan institusi, disertai pembimbingan dosen dan pembimbing lapangan. Pelaksanaan praktik dilaksanakan secara terstruktur, terdokumentasi, dan dievaluasi untuk memastikan pencapaian kompetensi.

5) Evaluasi, Ujian, dan Penjaminan Mutu Pendidikan

Evaluasi pendidikan dilakukan melalui penilaian proses dan hasil belajar, ujian teori dan praktik, serta penilaian kinerja selama praktik lapangan. Penjaminan mutu pendidikan dilaksanakan melalui monitoring dan evaluasi pembelajaran, audit mutu internal, dan tindak lanjut perbaikan berkelanjutan. Dengan penjaminan mutu, institusi memastikan bahwa kegiatan pendidikan berjalan konsisten, terukur, dan memenuhi standar yang ditetapkan.

6) Pembinaan Mahasiswa dan Budaya Akademik

Pendidikan di Poltekkes Kemenkes Denpasar didukung oleh pembinaan mahasiswa yang berorientasi pada disiplin, etika, dan profesionalisme. Budaya akademik dikembangkan melalui kegiatan ilmiah, pembinaan organisasi kemahasiswaan, dan penguatan karakter. Pembinaan ini diarahkan agar lulusan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan bekerja dalam tim.

7) Luaran Pendidikan

Luaran pendidikan diarahkan pada terbentuknya tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan sesuai standar, menerapkan keselamatan dan mutu layanan, berkomunikasi efektif, serta berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Lulusan dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, serta berperan aktif dalam pengembangan pelayanan kesehatan.