Politeknik Kesehatan Kota Denpasar: Komitmen Mutu, Profesionalisme, dan Daya Saing Lulusan

Memuat

Kesehatan

Kesehatan

Politeknik Kesehatan Kota Denpasar (Poltekkes Kemenkes Denpasar) melaksanakan upaya kesehatan di lingkungan kampus sebagai bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya hidup sehat, menciptakan lingkungan belajar yang aman, serta mendukung kelancaran proses pendidikan. Upaya kesehatan diselenggarakan melalui layanan, program pembinaan, dan penguatan lingkungan kampus yang berorientasi pada pencegahan, keselamatan, dan perlindungan seluruh sivitas akademika.

1) Layanan Kesehatan Kampus

Poltekkes Kemenkes Denpasar menyelenggarakan layanan kesehatan bagi mahasiswa dan pegawai sesuai ketentuan institusi. Layanan ini mencakup pemeriksaan awal, pertolongan pertama, rujukan bila diperlukan, serta pendampingan kesehatan dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan prinsip cepat, tepat, dan mengutamakan keselamatan.

2) Promosi Kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih Sehat

Upaya promosi kesehatan dilakukan untuk membentuk perilaku hidup sehat di lingkungan kampus. Kegiatan promosi kesehatan diarahkan pada peningkatan pengetahuan dan kepatuhan terhadap kebiasaan hidup bersih, kebugaran, dan pencegahan penyakit. Kampus juga mendorong penerapan etika kesehatan dalam aktivitas harian, termasuk kebersihan diri, kebersihan lingkungan, dan kedisiplinan menjaga kesehatan.

3) Pencegahan Penyakit dan Pengendalian Risiko Kesehatan

Institusi menjalankan langkah pencegahan penyakit melalui edukasi, pembinaan, serta pengendalian faktor risiko di lingkungan kampus. Pengendalian risiko mencakup penerapan standar kebersihan, pengelolaan sanitasi, serta upaya pencegahan penularan penyakit dalam kegiatan belajar mengajar dan kegiatan kampus. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kesehatan sivitas akademika dan mendukung keberlanjutan kegiatan pendidikan.

4) Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kampus

Poltekkes Kemenkes Denpasar menjaga keselamatan dan kesehatan lingkungan kampus melalui pengelolaan sarana prasarana yang aman, tertib, dan terawat. Penguatan lingkungan kampus dilakukan melalui pemeliharaan fasilitas, pengendalian kebersihan, serta penerapan standar keamanan dalam penggunaan ruang belajar, laboratorium, dan area kegiatan kampus. Upaya ini memastikan lingkungan kampus mendukung produktivitas dan kenyamanan.

5) Kesehatan dan Keselamatan Praktikum

Dalam pelaksanaan pembelajaran praktik, kampus menerapkan ketentuan keselamatan praktikum untuk melindungi mahasiswa dan tenaga pendidik. Ketentuan ini mencakup penerapan prosedur kerja, disiplin penggunaan perlengkapan praktik, pengendalian risiko, serta pembiasaan etika profesi. Penerapan keselamatan praktikum menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan.

6) Pembinaan Kesehatan Mahasiswa

Pembinaan kesehatan mahasiswa dilakukan melalui kegiatan pembimbingan, edukasi, serta penguatan kedisiplinan dan ketahanan fisik. Pembinaan diarahkan agar mahasiswa memiliki kesiapan mental dan fisik dalam mengikuti kegiatan akademik, praktikum, dan praktik lapangan. Dengan pembinaan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjaga kesehatan pribadi dan menjalankan tugas akademik secara optimal.